Sabaysa

Lebih Dekat Dengan Ilmu

Oktober 8, 2026

Resep Donat Kentang untuk Jualan, Empuk Meski Sudah Dingin

Haloo.. Assalamu’alaikum sobat sabaysa, Membuat donat kentang sebenarnya tidak terlalu sulit. Yang sering menjadi masalah justru hasil akhirnya. Ada donat yang terlihat bagus ketika baru diangkat, tetapi setelah dingin teksturnya berubah menjadi keras atau padat.

Donat kentang punya kelebihan karena teksturnya cenderung lebih lembut dan empuk. Kentang juga membuat bagian dalam donat terasa sedikit lebih lembap dibandingkan donat biasa.

Resep ini cocok dibuat untuk camilan di rumah maupun untuk jualan. Adonannya tidak menggunakan bahan yang terlalu sulit dicari, dan topping-nya bisa disesuaikan dengan harga jual yang ingin dibuat.

Bahan-bahan

Untuk sekitar 18–20 donat ukuran sedang:

  • 250 gram tepung terigu protein tinggi
  • 100 gram kentang
  • 2 sendok makan gula pasir
  • 1 butir kuning telur
  • 1 sendok teh ragi instan
  • 100–120 ml susu cair atau air hangat
  • 35 gram margarin
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1 sendok makan susu bubuk, jika ada
  • Minyak goreng secukupnya

Jumlah cairan jangan langsung dituangkan semuanya. Kondisi kentang dan jenis tepung bisa membuat kebutuhan cairan sedikit berbeda.

Untuk Topping

Topping bisa disesuaikan dengan selera. Beberapa pilihan sederhana:

  • Gula halus
  • Meses cokelat
  • Keju parut
  • Cokelat leleh
  • Glaze gula
  • Selai
  • Susu kental manis

Untuk jualan, tidak perlu menggunakan terlalu banyak jenis topping pada awalnya. Tiga atau empat pilihan sudah cukup untuk melihat mana yang paling banyak diminati.

Cara Membuat Donat Kentang

1. Kukus kentang

Kupas kentang, potong menjadi beberapa bagian, kemudian kukus sampai benar-benar empuk.

Setelah matang, haluskan kentang selagi masih hangat.

Usahakan kentang benar-benar halus agar tidak ada gumpalan besar di dalam adonan.

Biarkan sebentar sampai suhunya tidak terlalu panas.

2. Campurkan bahan adonan

Masukkan tepung terigu, gula, susu bubuk, dan ragi instan ke dalam wadah.

Aduk terlebih dahulu.

Masukkan kentang yang sudah dihaluskan, kemudian tambahkan kuning telur.

Tuangkan susu cair sedikit demi sedikit sambil mulai menguleni.

Jangan langsung memasukkan seluruh cairan. Hentikan ketika adonan sudah mulai menyatu dan tidak terlalu kering.

3. Masukkan margarin dan garam

Setelah adonan mulai terbentuk, masukkan margarin dan garam.

Uleni kembali sampai adonan terasa lebih lembut.

Pada awalnya adonan mungkin terasa agak lengket. Jangan langsung menambahkan banyak tepung karena hal tersebut bisa membuat donat menjadi keras.

Terus uleni sampai teksturnya lebih elastis.

4. Uleni sampai kalis

Adonan yang sudah cukup kalis akan terasa lembut dan lebih elastis.

Salah satu cara sederhana untuk mengeceknya adalah mengambil sedikit adonan kemudian menariknya perlahan.

Jika adonan dapat melebar cukup tipis sebelum robek, berarti gluten sudah mulai terbentuk dengan baik.

Tidak harus sempurna seperti adonan bakery profesional. Yang penting adonan sudah cukup elastis dan tidak mudah putus.

5. Diamkan adonan

Bulatkan adonan kemudian letakkan di dalam wadah yang sudah diolesi sedikit minyak.

Tutup dengan kain bersih atau plastik.

Diamkan sekitar 45–60 menit, tergantung suhu ruangan.

Adonan tidak harus menunggu sampai tepat dua kali lipat. Yang penting terlihat mengembang dan terasa lebih ringan.

Kalau cuaca sedang panas, proses fermentasi bisa berlangsung lebih cepat.

6. Bagi dan bentuk donat

Setelah mengembang, keluarkan adonan dari wadah.

Kempiskan perlahan untuk mengeluarkan sebagian udara.

Bagi adonan menjadi sekitar 18–20 bagian dengan ukuran yang kurang lebih sama.

Bulatkan masing-masing bagian.

Setelah itu buat lubang di bagian tengah menggunakan jari atau cetakan donat.

Letakkan di atas kertas roti yang sudah dipotong-potong jika ada. Cara ini akan memudahkan ketika memindahkan donat ke minyak tanpa merusak bentuknya.

7. Fermentasi kedua

Tutup kembali donat yang sudah dibentuk.

Diamkan sekitar 20–30 menit.

Jangan membiarkannya terlalu lama sampai adonan menjadi sangat mengembang karena donat bisa lebih mudah kempis ketika dipindahkan.

Adonan yang sudah cukup mengembang biasanya terasa ringan ketika disentuh.

8. Goreng donat

Panaskan minyak menggunakan api kecil sampai sedang.

Minyak tidak boleh terlalu panas.

Masukkan donat satu per satu dengan hati-hati.

Goreng bagian pertama sampai berwarna kuning keemasan, kemudian balik satu kali.

Usahakan jangan terlalu sering membolak-balik donat karena bisa membuat permukaannya menyerap lebih banyak minyak.

Setelah kedua sisi matang, angkat dan tiriskan.

Bagaimana Supaya Donat Tetap Empuk?

Ada beberapa bagian yang perlu diperhatikan.

Jangan kebanyakan tepung

Ini salah satu penyebab donat keras yang paling sering terjadi.

Adonan memang akan terasa sedikit lengket pada awal proses. Jangan langsung menambahkan tepung dalam jumlah banyak.

Lebih baik uleni lebih lama sampai teksturnya berubah menjadi lebih elastis.

Jangan menggunakan ragi yang sudah tidak aktif

Kalau ragi sudah lama dibuka atau penyimpanannya kurang baik, adonan bisa sulit mengembang.

Jika ragu, campurkan ragi dengan sedikit cairan hangat dan gula. Setelah beberapa menit, biasanya akan terlihat tanda-tanda aktivitas seperti busa atau gelembung.

Jangan menggoreng dengan api besar

Donat yang digoreng dengan minyak terlalu panas akan cepat berwarna cokelat, sementara bagian dalam belum matang sempurna.

Gunakan api kecil sampai sedang dan jaga suhu minyak tetap stabil.

Jangan terlalu lama menggoreng

Begitu kedua sisi sudah berwarna keemasan, donat sebaiknya segera diangkat.

Semakin lama digoreng, semakin besar kemungkinan teksturnya menjadi kering.

Kenapa Donat Bisa Bantat?

Donat bantat biasanya berkaitan dengan proses fermentasi.

Beberapa kemungkinan penyebabnya:

  • Ragi tidak aktif.
  • Adonan belum cukup mengembang.
  • Adonan terlalu banyak tepung.
  • Adonan terlalu lama difermentasi.
  • Suhu ruangan terlalu dingin.
  • Adonan terlalu berat ketika dibentuk.

Jadi, jangan hanya berpatokan pada waktu. Perhatikan juga kondisi adonan.

Kalau ruangan sedang panas, adonan bisa mengembang lebih cepat. Sebaliknya, ketika udara dingin, prosesnya bisa membutuhkan waktu lebih lama.

Kentang Sebaiknya Direbus atau Dikukus?

Keduanya bisa digunakan, tetapi mengukus kentang membantu mengurangi tambahan air yang masuk ke dalam kentang.

Kalau kentang direbus, pastikan kentang ditiriskan dengan baik dan jangan sampai terlalu banyak air yang tertinggal.

Kentang yang terlalu basah bisa membuat adonan lebih sulit mendapatkan tekstur yang pas.

Donat Kentang untuk Jualan

Kalau ingin menjual donat, ukuran dan berat setiap donat sebaiknya dibuat seragam.

Anda bisa menggunakan timbangan kecil agar setiap potongan adonan memiliki berat yang hampir sama.

Misalnya, buat ukuran kecil untuk harga jual yang lebih terjangkau atau ukuran sedang untuk topping yang lebih banyak.

Untuk awal, tidak perlu langsung membuat banyak varian. Anda bisa mencoba:

  1. Donat gula
  2. Donat meses
  3. Donat keju
  4. Donat cokelat

Setelah mengetahui topping mana yang paling diminati, barulah menambah variasi.

Cara Menentukan Topping

Topping sebaiknya diberikan setelah donat benar-benar dingin.

Kalau donat masih panas, cokelat atau glaze bisa terlalu cepat mencair dan hasilnya kurang rapi.

Untuk meses, Anda bisa mengoleskan sedikit cokelat leleh terlebih dahulu kemudian mencelupkan bagian atas donat ke dalam meses.

Untuk topping keju, gunakan sedikit susu kental manis atau cokelat sebagai perekat.

Jika ingin tampilan sederhana, gula halus juga sudah cukup.

Cara Menyimpan Donat

Donat paling enak dikonsumsi pada hari yang sama.

Jika masih ada sisa, simpan dalam wadah tertutup setelah donat benar-benar dingin.

Jangan memasukkan donat panas ke dalam wadah karena uap akan terperangkap dan membuat permukaannya basah.

Donat tanpa topping juga lebih mudah disimpan dibandingkan donat yang sudah diberi topping basah.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Kenapa donat kentang saya keras setelah dingin?

Kemungkinan adonan terlalu banyak tepung, terlalu lama digoreng, atau proses fermentasinya kurang tepat.

Apakah kentang harus benar-benar halus?

Sebaiknya iya. Kentang yang masih menggumpal dapat membuat tekstur adonan kurang merata.

Bolehkah menggunakan air sebagai pengganti susu?

Boleh. Susu memberikan rasa lebih gurih, tetapi air tetap bisa digunakan untuk membuat adonan.

Mengapa donat menyerap banyak minyak?

Salah satu penyebabnya adalah minyak kurang panas. Donat yang terlalu lama berada di minyak juga bisa menyerap lebih banyak minyak.

Apakah donat harus menggunakan telur?

Telur membantu memberikan rasa dan tekstur yang lebih lembut, tetapi resep donat juga bisa dibuat dengan formulasi tanpa telur.

Penutup

Donat kentang tidak harus dibuat dengan banyak bahan tambahan untuk mendapatkan hasil yang lembut. Justru beberapa hal sederhana seperti jumlah tepung, kondisi ragi, proses fermentasi, dan suhu minyak lebih menentukan hasil akhirnya.

Kalau baru mencoba resep ini, jangan langsung mengubah banyak takaran. Perhatikan dulu tekstur adonan dan perkembangan ketika difermentasi. Setelah mendapatkan hasil yang sesuai, barulah resep bisa disesuaikan dengan selera atau kebutuhan jualan.

Untuk jualan, konsistensi juga tidak kalah penting dari rasa. Ukuran donat, jumlah topping, dan hasil setiap batch sebaiknya dibuat semirip mungkin agar pembeli mendapatkan produk yang sama setiap kali membeli

Terimakasih semoga berhasil yahh🙏