Sabaysa.com – Piring sudah dicuci menggunakan sabun, dibilas dengan air, bahkan terlihat bersih. Namun, ketika digunakan kembali untuk makan, muncul bau amis yang mengganggu. Pernah mengalami hal seperti ini?
Masalah piring bau amis setelah dicuci cukup menjengkelkan. Apalagi jika bau tersebut menempel pada gelas, sendok, mangkuk, atau peralatan makan lainnya.
Bau amis tidak selalu berarti piring masih kotor. Ada beberapa kemungkinan penyebabnya, mulai dari sisa minyak dan protein makanan, spons cuci piring yang sudah kotor, hingga peralatan makan yang disimpan dalam keadaan lembap.
Kabar baiknya, masalah ini bisa diatasi dengan kebiasaan mencuci yang lebih tepat. Berikut tujuh penyebab piring tetap bau amis setelah dicuci beserta cara mengatasinya.
1. Sisa Minyak dan Protein Makanan Masih Menempel
Salah satu penyebab paling umum piring bau amis adalah sisa makanan yang belum terangkat sempurna.
Makanan seperti ikan, telur, ayam, dan seafood mengandung komponen yang dapat meninggalkan aroma khas. Jika masih ada sisa minyak atau protein yang menempel, bau tersebut bisa bertahan meskipun piring terlihat bersih.
Hal ini sering terjadi ketika piring hanya dibilas sebentar atau dicuci dengan air tanpa menggunakan sabun secukupnya.
Cara mengatasinya:
- Buang sisa makanan sebelum mencuci piring.
- Gunakan sabun pencuci piring sesuai petunjuk.
- Gosok seluruh permukaan piring, termasuk bagian belakang dan pinggirannya.
- Bilas dengan air bersih sampai tidak ada sisa sabun.
- Periksa kembali apakah masih ada lapisan berminyak pada permukaan piring.
Untuk piring yang digunakan menyajikan ikan atau telur, proses pencucian mungkin perlu sedikit lebih teliti dibandingkan piring yang hanya terkena makanan kering.
2. Spons Cuci Piring Sudah Kotor
Piring yang sudah dicuci bisa kembali berbau jika spons yang digunakan menyimpan sisa makanan dan minyak.
Spons sering berada dalam keadaan basah selama berjam-jam. Kondisi ini memungkinkan mikroorganisme berkembang, terutama jika spons tidak dibersihkan dan dikeringkan dengan baik.
Akibatnya, spons yang seharusnya membersihkan piring justru bisa menjadi sumber bau tidak sedap.
Cara mengatasinya:
- Bilas spons setelah digunakan sampai sisa sabun dan makanan terangkat.
- Peras airnya dan letakkan di tempat yang memungkinkan spons mengering.
- Jangan membiarkan spons terendam dalam air kotor di bak cuci.
- Ganti spons yang sudah berbau, berubah warna, atau rusak.
- Bersihkan tempat penyimpanan spons secara berkala.
Jika spons tetap berbau meskipun sudah dibilas, sebaiknya ganti dengan yang baru. Jangan mengandalkan pewangi untuk menutupi baunya.
3. Bak Cuci Piring Mengeluarkan Bau
Terkadang, sumber bau bukan berasal dari piring, melainkan dari bak cuci atau saluran pembuangan.
Sisa makanan, minyak, dan kotoran dapat menumpuk di sekitar saringan pembuangan. Penumpukan tersebut bisa mengeluarkan aroma tidak sedap yang kemudian menempel pada peralatan makan.
Cara mengatasinya:
- Angkat dan bersihkan saringan pembuangan jika dapat dilepas dengan aman.
- Buang sisa makanan yang menumpuk.
- Bersihkan permukaan bak cuci menggunakan produk yang sesuai.
- Bilas area tersebut hingga bersih.
- Pastikan tidak ada genangan air kotor yang tertinggal.
Jika bau menyerupai selokan dan terus muncul meskipun bak cuci sudah dibersihkan, periksa saluran pembuangan. Sumbatan atau masalah pada perangkap air mungkin membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Jangan mencampurkan produk pembersih saluran dengan bahan kimia lain karena dapat menghasilkan reaksi berbahaya.
4. Piring Tidak Dibilas dengan Bersih
Sisa sabun pencuci piring yang tertinggal bisa menimbulkan aroma atau rasa yang tidak diinginkan saat peralatan digunakan kembali.
Selain itu, jika masih terdapat sedikit sisa makanan yang bercampur dengan sabun dan air, bau tidak sedap juga dapat bertahan.
Cara mengatasinya:
- Bilas piring menggunakan air bersih yang mengalir jika memungkinkan.
- Pastikan bagian belakang piring juga dibilas.
- Perhatikan lekukan mangkuk dan bagian sambungan peralatan makan.
- Jangan menggunakan sabun secara berlebihan.
- Pastikan tidak ada busa yang tersisa sebelum piring dikeringkan.
Peralatan makan yang sudah dibilas dengan baik seharusnya tidak memiliki lapisan sabun yang terlihat atau terasa licin.
5. Piring Dikeringkan Menggunakan Lap yang Bau
Piring yang sudah bersih bisa kembali berbau ketika dikeringkan menggunakan lap dapur yang lembap atau jarang dicuci.
Lap dapur dapat menyimpan sisa makanan, minyak, dan kelembapan. Jika digunakan berulang kali tanpa dicuci, lap tersebut bisa menjadi sumber aroma tidak sedap.
Cara mengatasinya:
- Gunakan lap bersih untuk mengeringkan peralatan makan.
- Cuci lap dapur secara teratur.
- Jemur lap sampai benar-benar kering.
- Pisahkan lap untuk mengeringkan piring dari lap untuk membersihkan meja atau kompor.
- Jika memungkinkan, gunakan rak pengering yang bersih agar piring mengering dengan sendirinya.
Hindari mengelap piring menggunakan kain yang berbau apek. Lebih baik mencuci kembali piring tersebut daripada membiarkan bau berpindah ke peralatan makan.
6. Piring Disimpan Saat Masih Lembap
Piring yang langsung ditumpuk ketika masih basah dapat menyimpan kelembapan di antara permukaannya.
Jika lemari piring juga lembap atau kurang memiliki sirkulasi udara, aroma tidak sedap dapat muncul setelah peralatan disimpan cukup lama.
Cara mengatasinya:
- Tiriskan piring pada rak yang bersih.
- Beri jarak agar air mudah mengalir dan udara bisa bergerak.
- Pastikan piring kering sebelum ditumpuk dan disimpan.
- Bersihkan rak piring secara berkala.
- Periksa apakah lemari piring terkena rembesan atau kelembapan berlebihan.
Kebiasaan ini juga membantu menjaga peralatan makan tetap bersih dan nyaman digunakan.
7. Bahan Piring Menyerap atau Menahan Bau
Tidak semua peralatan makan memiliki karakteristik yang sama.
Piring kaca dan keramik berlapis glasir yang utuh umumnya mudah dibersihkan. Namun, peralatan dengan permukaan tergores, lapisan rusak, atau bahan berpori bisa lebih sulit dibersihkan secara menyeluruh.
Bau juga dapat tertahan pada wadah plastik yang sudah lama digunakan, terutama jika sering menyimpan makanan berminyak atau beraroma kuat.
Cara mengatasinya:
- Bersihkan peralatan sesuai petunjuk perawatannya.
- Hindari menggunakan bahan abrasif pada permukaan yang mudah tergores.
- Periksa apakah ada retakan atau lapisan yang mengelupas.
- Ganti peralatan makan yang rusak dan sulit dibersihkan.
- Untuk wadah plastik yang terus berbau, pertimbangkan menggantinya jika bau tidak hilang setelah dicuci dengan benar.
Jangan menggunakan piring yang permukaannya rusak parah atau sulit dibersihkan untuk menyajikan makanan.
Cara Menghilangkan Bau Amis pada Piring dengan Benar
Jika piring sudah telanjur berbau amis, kamu bisa mencoba langkah berikut.
1. Buang sisa makanan. Jangan langsung menumpuk piring kotor terlalu lama, terutama setelah digunakan untuk ikan, telur, atau makanan berminyak.
2. Cuci dengan sabun. Gunakan sabun pencuci piring sesuai petunjuk dan gosok semua permukaan yang terkena makanan.
3. Bilas hingga bersih. Pastikan tidak ada sisa makanan maupun sabun yang tertinggal.
4. Keringkan dengan cara yang higienis. Gunakan rak pengering yang bersih atau lap dapur yang benar-benar bersih dan kering.
5. Periksa sumber bau. Jika bau tetap muncul, bersihkan spons, bak cuci, rak piring, dan tempat penyimpanan.
Jangan menggunakan pewangi ruangan atau parfum pada peralatan makan untuk menutupi bau. Gunakan hanya produk yang memang dirancang untuk membersihkan peralatan makan.
Kebiasaan yang Membuat Piring Tidak Mudah Bau
Untuk mencegah bau amis kembali muncul, terapkan beberapa kebiasaan sederhana berikut:
- Buang sisa makanan sebelum mencuci.
- Cuci piring sesegera mungkin setelah digunakan.
- Bersihkan spons dan bak cuci secara teratur.
- Gunakan sabun secukupnya.
- Bilas peralatan makan hingga bersih.
- Ganti lap dapur yang sudah berbau.
- Keringkan piring sebelum menyimpannya.
- Jaga rak piring tetap bersih dan kering.
Jika semua piring di rumah tiba-tiba berbau, periksa juga sumber air dan kondisi tempat pencucian. Bau yang berasal dari air atau saluran pembuangan tidak akan selesai hanya dengan mengganti sabun.
Kesimpulan
Piring sudah dicuci tetapi masih bau amis bisa disebabkan oleh sisa makanan, spons yang kotor, bak cuci yang berbau, proses pembilasan yang kurang baik, atau penyimpanan dalam keadaan lembap.
Solusinya bukan sekadar menggunakan lebih banyak sabun. Bersihkan sumber bau, bilas peralatan dengan benar, dan pastikan piring kering sebelum disimpan.
Dengan kebiasaan sederhana tersebut, peralatan makan bisa tetap bersih dan nyaman digunakan tanpa harus terus membeli produk pembersih tambahan.
Tinggalkan Balasan